ini adalah tulisan pertama saya, ketika saya sudah menjadi seorang mahasiswa....
mahasiswa itu apa ya?
enak mungkin jadi anak kuliahan?
kuliahan itu seru atau tidak?
mungkin pertanyaan itu dulu pernah saya pertanyakan kepada kakak senior saya yang sudah menjadi mahasiswa. dan mereka selalu menjawab dengan satu kalimat nanti kamu juga merasakan
OKE. sekarang saya sudah merasakan bagaimana menjadi seorang mahasiswa . meskipun umur saya menjadi mahasiswa masi seumur jagung, yaitu semester 2 :D
tetapi diawal saya kuliah saya merasa enjoy, sedikit bingung saat dosen bertanya .
" mengapa anda memilih fakultas ini? apakah karena terpaksa? "
jujur dari awal memang saya terpaksa untuk berkecimpung di fakultas ini, karena saya merasa ini bukan saya, ini bukan lingkungan dan hobby saya . (saya berada di fakultas keguruan dan ilmu pendidikan, prodi PBS) . saya tidak suka sastra, sastra bukan hidup saya . tetapi bagaimana ? saya sudah terlanjur masuk dalam lingkungan ini . pelan pelan saya dalami program kuliah ini. bagaimana rasanya susah sekali untuk dicerna dalam otak saya. bahasa yang di pakai terlalu rumit,terlalu asing bagi orang seperti saya . saya harus banyak membaca buku agar saya dapa mengetahui makna dan filosofinya. akhirnya saya belajar step by step. menanamkan di pikiran kalau saya pasti bisa,pasti mampu untuk mengkaji bahasa bahasa itu, alhamdulillah di pertengahan semester saya mulai paham,mulai terbiasa dengan pelajaran2 itu :)) . semester 1 akhirnya beres. nilai cukup memuaskan IP sudah >3.00 Alhamdulillah .
lalu bagaimana dengan semester 2 sekarang ? bahasa yang di gunakan makin sulit saya pahami . rasanya otak saya sudah mau menolak bahasa baru yang muncul, tetapi atas doa ibu dan bapak saya, serta dukungan dari teman teman maupun seseorang yang spesial menurut saya. saya berusaha untuk tenang,relax dan memulai dengan seiring berjalan waktu .
kalau boleh saya flashback lagi . Dulu semasa SMK saya mengira kuliah itu enak , kuliah itu bebas . tidak harus terfokus pada pelajaran, tidak harus berseragam dan tidak terlalu protect dengan guru.
"enak yan jadi anak kuliahan"
"kuliah kok kayak nya bebas gitu nya"
hahaha bahkan dulu kalau mau cari cowok / gebetan . maunya sama anak yang kuliahan wkwkwk
tetapi nyatanya?
"waduh kuliah tugas nya gini bgt"
"dosen nya suka bgt mbatalin kelas"
dosen tidak butuh kita , justru kita yang membutuhkan beliau . kita di didik supaya bisa mandiri, wong sudah jadi mahasiswa ee.
mereka (dosen) ga perduli kita mau ikut ujian kek, mau gak ngumpulin tugas kek. tinggal kasih nilai E aja udah beres, tinggal ngga di lulusin aja udah beres hahaha.....
suka duka saya menjalani kuliah ini adalah, bertemu senior kece hahaha
kalau di tanya
a : "sudah kelas berapa?"
b : "sudah kuliah"
a : "loh sudah kuliah,calon sarjana"
b : "wkwkwkwk"
kaya gimanaa gitu, kita ini sebagai pemihak masyarakat . kalau menurut saya , kita itu jubir nya masyarakat , mempertahankan sesuatu yang baik. dan menolak wacana atau apapaun yang tidak terlaksana . pendobrak segala hal dari sesuatu nya . harus pandai dalam menganalisis suatu yang terjadi , maaf itu menurut saya . pendapat orang berbeda beda .
INTINYA ....................................
SEMOGA SAYA BISA BERKONSENTRASI DAN MENCAPAI APA YANG SAYA DAN ORANG TUA HARAPKAN DENGAN SEMAXIMAL MUNGKIN. SAYA PERCAYA KEKUATA DOA ITU ADA , ORANG TUA SAYA MENDOAKAN SAYA DENGAN BAIK,RELA MATI MATIAN UNTUK MENYEKOLAHKAN SAYA DAN ADIK SAYA SAMPAI JENJANG YANG LEBIH TINGGI ,
TERIMAKASIH PAK,BU .. TUNGGU ANAK MU SAMPAI BISA MERAIH GELAR SETINGGI TINGGI NYA. SAYA JANJI BUK,PAK . SAYA AKAN BIKIN KALIAN BANGGA PUNYA ANAK SAYA .
Sekian tulisan saya :))
maafkan kalau masih berantakan kata kata nya , karena saya blm terlalu pandai memperkosa kata. lain kali mungkin saya akan mempelajari lebih dalam lagi :D
mungkin saya akan menambahkan satu kalimat yang saya dapat hari ini
" tidak ada sesuatu yang sulit dalam hidup ini, kecuali angan - angan dalam otak yang kosong " - Victor Maruli. M.pd
jangan dieja
Rabu, 16 Maret 2016
Senin, 19 Oktober 2015
TUGAS LINGUISTIK SEMESTER 1 PBS PAGI
TUGAS LINGUISTIK
OLEH :
Siti NurChasanah (2015210026)
1. Fungsi bahasa dapat di bedakan menjadi 2 bagian yaitu fungsi bahasa secara umum dan fungsi bahasa secara khusus .
Fungsi bahasa secara umum :
Fungsi umum bahasa indonesia adalah sebagai alat komusikasi dan sosial. Pada dasarnya Bahasa sudah menyatu dalam kehidupan manusia. Manusia sebagai makhluk sosial membutuhkan bahasa untuk berkomunikasi . Ide,keinginan,gagasan dll disampaikan lewat bahasa.
A) fungsi bahasa secara umum :
1. Bahasa sebagai alat untuk menyatakan ekspresi diri
bahasa merupakan sarana untuk mengungkapkan segala sesuatu yang ada dalam diri seseorang, baik berbentuk perasaan, pikiran, gagasan, dan keinginan yang dimilikinya. Begitu juga digunakan untuk menyatakan dan memperkenalkan keberadaan diri seseorang kepada orang lain dalam berbagai tempat dan situasi.
2. Bahasa sebagai alat komunikasi
Melalui Bahasa, manusia dapat berhubungan dan berinteraksi dengan alam sekitarnya, terutama sesama manusia sebagai makhluk sosial. . Manusia dalam berkomunikasi tentu harus memperhatikan dan menerapkan berbagai etika sehingga terwujud masyarakat yang madani selamat dunia dan akhirat. Bahasa sebagai alat komunikasi berpotensi untuk dijadikan sebagai sarana untuk mencapai suatu keberhasilan dan kesuksesan hidup manusia, baik sebagai insan akademis maupun sebagai warga masyarakat. Penggunaan bahasa yang tepat menjadikan seseorang dalam memperlancar segala urusan. Melalui bahasa yang baik, maka lawan komunikasi dapat memberikan respon yang positif. Akhirnya, dapat dipahami apa maksud dan tujuannya.
3. Bahasa sebagai alat integrasi dan adaptasi sosial
Pada saat kita beradaptasi kepada lingkungan sosial tertentu, kita akan memilih bahasa yang akan kita gunakan bergantung pada situasi dan kondisi yang kita hadapi. Kita akan menggunakan bahasa yang berbeda pada orang yang berbeda. Kita akan menggunakan bahasa yang nonstandar di lingkungan teman-teman dan menggunakan bahasa standar pada orang tua atau orang yang kita hormati. Dalam mempelajari bahasa asing, kita juga berusaha mempelajari bagaimana cara menggunakan bahasa tersebut. Misalnya, pada situasi apakah kita akan menggunakan kata tertentu, kata manakah yang sopan dan tidak sopan. Jangan sampai kita salah menggunakan tata cara berbahasa dalam budaya bahasa tersebut. Dengan menguasai bahasa suatu bangsa, kita dengan mudah berbaur dan menyesuaikan diri dengan bangsa tersebut.
4. Bahasa sebagai alat kontrol sosial
Kontrol sosial ini dapat diterapkan pada diri kita sendiri atau kepada masyarakat. Berbagai penerangan, informasi, maupun pendidikan disampaikan melalui bahasa. Buku-buku pelajaran, buku-buku instruksi, ceramah agama (dakwah), orasi ilmiah atau politik adalah contoh penggunaan bahasa sebagai alat kontrol sosial. Selain itu, kita juga sering mengikuti diskusi atau acara bincang-bincang (talk show) di televisi dan radio, iklan layanan masyarakat atau layanan sosial merupakan salah satu wujud penerapan bahasa sebagai alat kontrol sosial. Semua itu merupakan kegiatan berbahasa yang memberikan kepada kita cara untuk memperoleh pandangan baru, sikap baru, perilaku dan tindakan yang baik. Di samping itu, kita belajar untuk menyimak dan mendengarkan pandangan orang lain mengenai suatu hal. Contoh lain yang menggambarkan fungsi bahasa sebagai alat kontrol sosial yang sangat mudah kita terapkan adalah sebagai alat peredam rasa marah. Menulis merupakan salah satu cara yang sangat efektif untuk meredakan rasa marah kita. Tuangkanlah rasa dongkol dan marah kita ke dalam bentuk tulisan. Biasanya, pada akhirnya, rasa marah kita berangsur-angsur menghilang dan kita dapat melihat persoalan secara lebih jelas dan tenang
B) Fungsi bahasa secara khusus
A.Mengadakan hubungan
dalam pergaulan sehari-hari. Manusiaadalah makhluk sosial yang tak terlepas
dari hubungankomunikasi dengan makhluk sosialnya. Komunikasi
yang berlangsung dapat menggunakan bahasa formal dan non formal.
B.Mewujudkan Seni.
Bahasa yang dapat dipakai untukmengungkapkan perasaan melalui media seni
khususnya dalamhal sastra. Terkadang bahasa yang digunakan yang memilikimakna
denotasi atau makna yang tersirat. Dalam hal ini,diperlukan pemahaman yang
mendalam agar bisa mengetahuimakna yang ingin disampaikan.
C.Mempelajari bahasa
kuno. Dengan mempelajari bahasa kuno,akan dapat mengetahui peristiwa atau
kejadian di masa lampau
D.Mengeksploitasi IPTEK.
Pengetahuan yang dimiliki oleh manusiaakan selalu didokumentasikan supaya
manusia lainnya juga dapatmempergunakannya dan melestarikannya demi kebaikan
manusia
2. Tentukan struktur kalimat
2. Tentukan struktur kalimat
a. Sejak lahirnya konsep pemikiran baru dalam ilmu kedokteran yang dicetuskan oleh professor linus pauiling, yakni tentang ortomelecular medicine yang dasarnya adalah studi biologi molekuler sebagai sains dasar, penelitian medis diarahkan pada molekul-molekul yang secara normal biologis fisiologis ada dalam tubuh manusia.
Struktur kalimat :
S : Sejak lahirnya konsep pemikiran baru dalam ilmu kedokteran yang dicetuskan oleh professor linus pauiling
P : yakni tentang ortomelecular medicine yang dasarnya adalah studi biologi molekuler sebagai sains dasar
O : penelitian medis diarahkan pada molekul-molekul yang secara normal biologis fisiologis ada dalam tubuh manusia.
Kalimat inti :
Ortomelecuar medicine adalah studi biologi
b. Meskipun terkecil dan terletak di ujung utara Benua Afrika, Tunisia masih menyimpan banyak kekayaan, mulai dari pesisir pantai, Laut Mediterania sepanjang 1.400 kilometer hingga Gurun Sahara yang kerap menjadi lokasi suting film seperti Star Wars dan The English patient.
Struktur kalimat :
S : Meskipun terkecil dan terletak di ujung utara Benua Afrika
P : Tunisia masih menyimpan banyak kekayaan, mulai dari pesisir pantai, Laut Mediterania sepanjang 1.400 kilometer hingga Gurun Sahara
O : yang kerap menjadi lokasi suting film seperti Star Wars dan The English patient.
Kalimat inti :
Tunisia menyimpan banyak kekayaan
c. Ikatan Komunitas Literasi Indonesia (IKLI) membuat sistem jaringan informasi di antara sesama komunitas sehingga kelak akan ada pertukaran informasi seputar metode kegiatan dan jaringan bantuan serta memperkuat posisi tawar komunitas ke berbagai pihak.
Struktur kalimat :
S : Ikatan Komunitas Literasi Indonesia (IKLI)
P : membuat sistem jaringan informasi di antara sesama komunitas sehingga kelak akan ada pertukaran informasi
O : seputar metode kegiatan dan jaringan bantuan serta memperkuat posisi tawar komunitas ke berbagai pihak.
Kalimat inti :
Ikatan Komunitas Literasi Indonesia (IKLI) membuat sistem jaringan informasi
3. Analisis kalimat di bawah ini !
a. Nenek saya membaca buku humor di kamar tidur
Nenek saya / membaca buku humor di kamar tidur
Nenek / saya membaca buku humor di kamar tidur
b. Adik saya makan pisang kemarin
Adik saya / makan pisang kemarin
Adik/ saya makan pisang kemarin
c. Kakak saya membeli mobil baru minggu lalu
Kakak saya / membeli mobil baru minggu lalu
Kakak / saya membeli mobil baru minggu lalu
Kakak saya membeli mobil / baru minggu lalu
Kakak saya membeli mobil baru / minggu lalu
4. Buatlah contoh frase yang terbentuk dari : kata+kata, kata+frase, frase+kata, frase+frase, dan kata+klausa!
a. Kata + kata : sepatu + saya
b. Kata + frase : sepatu + yang baru
c. Frase + kata : sepatu baru + saya
d. Frase + frase : sepatu saya + yang mahal
e. Kata + klausa : Mungkin + bulan depan kamu pergi
Tugas Kuliah Berbicara (Semester 1) PBS Pagi
TUGAS BERBICARA LINGUISTIK UMUM
MAKALAH “BERBICARA UNTUK MENGHIBUR”
Oleh :
Wahid Rhomadon pratama (2015210054)
Siti NurChasanah (2015210026)
Mohammad Dedy Afriandi (2015210062)
Dominggus Tanya W (2015210051)
Lukluk Ainiyah (2015210060)
Karina Nisya Ardhiani (2015210050)
UNIVERSITAS DR SOETOMO
PENDIDIKAN BAHASA DAN
SASTRA INDONESIA
FAKULTAS KEGURUAN DAN
ILMU PENDIDIKAN
KATA
PENGANTAR
Puji syukur hanya bagi Allah SWT atas segala nikmat dan karunia-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “berbicara untuk mengibur”. Solawat dan salam selalu tercurahkan kepada junjungan alam Nabi besar MuhammadSAW yang telah membawa kita dari alam kegelapan menuju alam yang terang menderang seperti sekarang ini.
Surabaya, 18 oktober 2015
Penyusun
KATA PENGANTAR ii
DAFTAR ISI iii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Rumusan Masalah
1.3 Tujuan Rumusan Masalah
1.4 Manfaat
BAB II
PEMBAHASAN 3
2.1 Pengertian Berbicara 3
2.2 Tujuan keterampilan berbicara
2.4 Manfaat
2.5 Berbicara untuk menghibur
BAB III
PENUTUP 9
3.1 Kesimpulan 9
3.1 Saran 10
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kehidupan manusia
tidak dapat lepas dari kegiatan berbahasa. Bahasa merupakan sarana untuk
berkomunikasi antar manusia. Bahasa sebagai alat komunikasi ini, dalam rangka
memenuhi sifat manusia sebagai makhluk sosial yang perlu berinteraksi dengan sesama
manusia. Bahasa dianggap sebagai alat yang paling sempurna dan mampu membawakan
pikiran dan perasaan baik mengenai hal-hal yang bersifat konkrit maupun
yang bersifat abstrak (Effendi, 1985:5). Sejalan dengan perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi manusia dituntut untuk mempunyai kemampuan berbahasa
yang baik. Seseorang yang mempunyai kemampuan berbahasa yang memadai akan lebih
mudah menyerap dan menyampaikan informasi baik secara lisan maupun tulisan.
Kemahiran berbicara
merupakan salah satu jenis kemampuan berbahasa yang ingin dicapai dalam
pengajaran bahasa. Berbicara merupakan sarana utama untuk membina saling
pengertian, komunikasi timbal balik, dengan menggunakan bahasa sebagai
medianya. Kegiatan berbicara didalam kelas bahasa mempunyai aspek komunikasi
dua arah, yakni antara pembicara dengan pendengarnya secara timbal balik.
Dengan demikian latihan berbicara harus terlebih dahulu didasari oleh :(1)
kemampuan mendengarkan, (2) kemampuan mengucapkan, dan (3) penguasaan (relatif)
kosa kata dan ungkapan yang memungkinkan siswa dapat mengkomunikasikan maksud
atau fikirannya.
Oleh karena itu dapat
dikatakan bahwa latihan berbicara ini merupakan kelanjutan dari latihan
menyimak yang didalam kegiatannya juga terdapat latihan mengucapkan. Target
yang hendak dicapai dalam hal ini adalah kemampuan dan kelancaran berbahasa
lisan atau berbicara lisan (berkomunikasi) langsung sebagai fungsi utama
bahasa.
1. 1.2.1 Apa pengertian berbicara?
1. 1.2.2 Apa tujuan berbicara?
1 1.2.3 Apa saja faktor penunjang dan penghambat keterampilan berbicara?
1.3.4 Apa yang dimaksud berbicara untuk menghibur ?
1. 1.3.1 Memahami pengertian keterampilan berbicara.
1 1.3.2 Memahami tujuan keterampilan berbicara
1.3.3 Memahami faktor penunjang dan penghambat keterampilan berbicara.
1 1.3.4 Memahami maksud dari berbicara untuk menghibur
1. 1.4.1 Dapat memahami pengertian keterampilan berbicara.
1. 1.4.2 Dapat memahami tujuan keterampilan berbicara.
1 1.4.3 Dapat memahami faktor penunjang dan penghambat keterampilan berbicara.
1.4.4 Dapat memahami maksud dari berbicara untuk menyampaikan informasi.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Keterampilan Berbicara
Menurut Nurgiyantoro (1995:276) berbicara adalah aktivitas berbahasa kedua yang dilakukan manusia dalam kehidupan berbahasa, yaitu setelah aktivitas mendengarkan. Berdasarkan bunyi-bunyi yang didengar itu, kemudian manusia belajar untuk mengucapkan dan akhirnya terampil berbicara.
Berbicara diartikan sebagai kemampuan mengucapkan bunyi-bunyi artikulasi atau kata-kata untuk mengekspresikan, menyatakan dan menyampaikan pikiran, gagasan,serta perasaan (Tarigan, 1983:14).
Pendapat lain mengemukakan, “Berbicara adalah keterampilan memproduksi arus sistem bunyi artikulasi untuk menyampaikan kehendak, kebutuhan, perasaan, dan keinginan pada orang lain” (Mukhsin dalam Carolina, 2001:18).
Sabarti dkk. (dalam Bukian, 2004:15) menyatakan, “Berbicara adalah peristiwa atau proses penyampaian gagasan secara lisan.” Sejalan dengan itu, Tarigan (1991:132) menegaskan, “Berbicara adalah keterampilan menyampaikan pesan melalui bahasan lisan.”
2.2 Tujuan Keterampilan Berbicara
Menurut Tarigan (1983:15) tujuan utama berbicara adalah untuk berkomunikasi. Agar dapat menyampaikan pikiran secara efektif, sebaiknya sang pembicara memahami makna segala sesuatu yang ingin dikombinasikan, dia harus mampu mengevaluasi efek komunikasi terhadap pendengarnya, dan dia harus mengetahui prinsip-prinsip yang mendasari segala sesuatu situasi pembicaraan, baik secara umum maupun perorangan.
Menurut Djago, dkk (1997:37) tujuan pembicaraan biasanya dapat dibedakan atas lima golongan yaitu
(1) menghibur,
(2) menginformasikan,
(3) menstimulasi,
(4) meyakinkan, dan
5) menggerakkan.
Pada dasarnya berbicara mempunyai tiga maksud umum, yaitu:
a. Memberitahukan dan melaporkan (to inform).
b. Menjamu dan menghibur (to entertain).
c. Membujuk, mengajak, mendesak dan meyakinkan (to persuade).
Beberapa prinsip umum yang mendasari kegiatan berbicara antara lain:
a. Membutuhkan paling sedikit dua orang.
b. Mempergunakan suatu sandi linguistic yang dipahami bersama.
c. Menerima atau mengakui suatu daerah referensi umum.
d. Merupakan suatu pertukaran antar partisipan.
e. Menghubungkan setiap pembicaraan dengan yang lainnya dan kepada lingkungannya dengan segera.
f. Berhubungan atau berkaitan dengan masa kini.
g. Hanya melibatkan aparant atau perlengkapan yang berhubungan dengan suara atau bunyi bahasa dan pendengaran.
h. Secara tidak pandang bulu menghadapi serta memperlakukan apa yang nyata dan apa yang diterima sebagai dalil.
Keterampilan utama dalam berbicara yaitu:
a. Keterampilan social, kemampuan berpartisipasi secara efektif dalam hubungan-hubungan masyarakat. Keterampilan ini menuntut agar kita mengetahui apa yang dibicarakan, bagaimana cara mengatakannya dan kapan mengatakannya
b. Keterampilan semantic, kemampuan mempergunakan kata-kata dengan tepat arti.
c. Keterampilan fonetik, kemampuan membentuk unsur-unsur fonemik bahasa kita secara tepat.
d. Keterampilan vocal, kemampuan menciptakan efek emosional yang diinginkan dengan suara.
2.3 Faktor Penunjang dan Penghambat Keterampilan Berbicara
2.4.1 Faktor penunjang
Berbicara atau kegiatan komunikasi lisan merupakan kegiatan individu dalam usaha menyampaikan pesan secara lisan kepada sekelompok orang, yang disebut juga audience atau majelis. Supaya tujuan pembicaraan atau pesan dapat sampai kepada audience dengan baik, perlu diperhatikan beberapa faktor yang dapat menunjang keefektifan berbicara.
a. Faktor kebahasaan
Faktor kebahasaan yang terkait dengan keterampilan berbicara antara lain:
1) Ketepatan pengucapan atau pelafalan bunyi.
2) Penempatan tekanan, nada, jeda, intonasi dan ritme.
3) Pemilihan kata dan ungkapan yang baik.
4) Ketepatan susunan kalimat.
b. Faktor nonkebahasaan
1) Sikap yang tenang, wajar dan tidak kaku.
2) Pandangan diarahkan kepada lawan bicara.
3) Kesediaan menghargai pendapat orang lain.
4) Kesediaan mengkoreksi diri sendiri.
5) Keberanian mengemukakan dan mempertahankan pendapat.
6) Gerak-gerik dan mimik yang tepat.
7) Kenyaringan suara.
8) Kelancaran.
9) Penalaran dan relevansi.
10) Penguasaan topic.
2.4.2 Faktor penghambat
Ada kalanya proses komunikasi mengalami gangguan yang mengakibatkan pesan yang diterima oleh pendengar tidak sama dengan apa yang dimaksudkan oleh pembicara. Tiga faktor penyebab gangguan dalam kegiatan berbicara, yaitu:
a. Faktor fisik, yaitu faktor yang ada pada partisipan sendiri dan faktor yang berasal dari luar partisipan.
b. Faktor media, yaitu faktor linguitisk dan faktor nonlinguistik, misalnya lagu, irama, tekanan, ucapan, isyarat gerak bagian tubuh,
2.4 Berbicara Untuk Menghibur
Dalam tujuan ini "berbicara untuk menghibur" maksutnya , orang lain bisa terhibur dengan adanya berbicara ini , misalnya orang melawak dengan cara berbicara dengan nada lucu di depan khalayak ramai, dan bertujuan untuk menghibur . biasanya terdaoat pada acara-acara TV yang menayangkan seseorang berbicara dengan tujuan menghibur penonton .
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dari pembahasan di atas kami dapat menyimpukan bahwa :
1. Berbicara itu sebenarnya merupakan suatu proses bukan kemampuan, yaitu proses penyampaian pikiran, ide, gagasan dengan bahasa lisan kepada komunikan (orang lain atau diri sendiri).
2. Unsur-unsur berbicara
d pembicara
d lawan bicara (penyimak)
d lambang (bahasa lisan)
d pesan, maksud, gagasan, atau ide
3.2 Saran
Berbicara merupakan kemampuan yang sangat penting, karena berbicara merupakan sarana utama untuk membina saling pengertian, komunikasi timbal balik, dengan menggunakan bahasa sebagai medianya. Kegiatan berbicara didalam kelas bahasa mempunyai aspek komunikasi dua arah, yakni antara pembicara dengan pendengarnya secara timbal balik. Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa latihan berbicara ini merupakan kelanjutan dari latihan menyimak yang didalam kegiatannya juga terdapat latihan mengucapkan.
Jadi kemampuan dan kelancaran berbahasa lisan atau berbicara lisan (berkomunikasi) harus di kembangkan dan di ajarkan dengan baik
DAFTAR PUSTAKA
Tarigan, Henry Guntur.2008.”Berbicara Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa”.Bandung.Angkasa
Dra.Maidar, dkk. 1986.”Berbicara II”. Jakarta. Karunika
Langganan:
Postingan (Atom)